
Ya..aku masih ingat..hitungan jariku
yang menandakan usia kehamilan istiku sembilan bulan lebih...
Rasa senang bercampur gundah..rasa bangga bercampur kasihan namun mengalahkan kebahagiaan yang akan akudapatkan sebentar lagi...kelahiran anak kedua.
Lantas...segera aku ambil handpone..disela kantong celanaku.
aku berniat menanyakan keadaan permata hatiku disana.
saat aku akan menekan bebarapa angka yang tersusun dalam papan handphone ku...tiba-tiba..justru handphone ku yang berdering...
kulihat siapa yang menelpon...
oh...tuhanku...ternyata....
ternyata istriku yang menelpon...
Ya Allah...engkau menyatukan perasaan kami dalam kebahagiaan ini...
namun...
apa gerangan yang membuat mantan pacarku itu menelponku....
aku kembali berfikir..
jangan jangan..oh...tapi aku tak mau terkutat dengan prasangka buruk...bisa-bisa aku jadi stres.
"Hallo...ayah..assalamu'alaikum." istriku memulai sapaannya dengan salam.
dengan segera aku menjawab meskipun masih tersimpan tanda tanya..
"alaikum salam..."jawabku.
"ayah..."
"ya...umi". begitu aku memanggil kekasihku itu dengan panggilan umi.
munkin karena para santri pengajian dirumah sering memanggil istriku dengan sebutan umi.
"hari ini cepat pulang ya..yah!" pintanya.
belum sempat aku menyahuti pintanya langsung dia meneruskan perkataannya.
"sudah sangat terasa,yah! perutku rasanya sudah semakin mulas." tegasnya
Oh..tuhan..saat itu akan segera tiba
Tanpa fikir panjang, segera aku meninggalkan musholla menuju keruang kerjaku. Sambil berjalan ,aku terus mendengarkan suara rintihan istriku memalui handphone.
